Sabtu, 30 Juni 2012
Rabu, 27 Juni 2012
JUDUL SKRIPSI REDESAIN TERMINAL PENUMPANG BANDA UDARA TOREA FAKFAK
LATAR BELAKANG
Kota
Fakfak termasuk wilayah yang memiliki
tingkat aksesibilitas rendah baik dengan moda transportasi darat, laut, maupun
udara. Keterbatasan aksesibilitas ke wilayah ini akan mengurungkan niat bagi
para investor untuk mengelola sumber daya alam yang tersedia, kemudian dari
segi kalkulasi ekonomi bilamana pihak investor membangun fasilitas transportasi
akan menjadi bagian dari investasi.
Komoditi
unggulan Kabupaten Fakfak yaitu sektor perikanan, Perkebunan dan jasa. Sub
sektor peikanan komoditi unggulannya adalah Perikanan Tangkap, Sub sektor
perkebunan komoditi yang diunggulkan berupa Kakao, karet, jambu mete, Kelapa
dan cengkeh. Pariwisatanya yaitu wisata alam, wisata adat dan budaya. Selain itu dari segi kelancaran roda
pemerintahan, keterbatasan aksesibilitas cukup berpengaruh terhadap pelayanan
masyarakat sehingga berdampak terhadap pembangunan wilayah Kabupaten Fakfak.
Sebagai penunjang kegiatan perekonomian, di kota
ini tersedia 1 bandar udara, yaitu Bandara Torea, Untuk transportasi laut
tersedia 1 pelabuhan, yaitu Pelabuhan Fak-fak. Saat ini Fakfak telah memiliki Bandar udara Torea yang
melayani jasa penerbangan pesawat udara. Hanya saja sampai saat ini Bandar
Udara ini belum memenuhi syarat dalam hal daya tampung penumpang yang semakin Meningkat. Melihat akan
kebutuhan transportasi udara yang semakin meningkat, perlu adanya Redesain Terminal Penumpang Bandar Udara
Torea yang baru, Guna dapat menampung
kebutuhan jasa pelayanan bandar udara Untuk mengimbangi dan dapat
mengantisipasi pertumbuhan penumpang yang semakin meningkat.
Bandara
udara torea merupakan salah satu sarana
yang sangat penting bagi berlangsungnya suatu kegiatan perhubungan melalui
udara dengan pesawat terbang sebagai alat transportasi
dikota Fakfak. Adapun
Jadwal
penerbangan dan jenis pesawat yang
dilayani bandar udara torea, Airlines Destinations: Wings
Air – Sorong, Lion
Air-
Ambon, Kaimana Express
Air – Sorong,Manokwari.
Pada dasar
perencanaan Gedung Terminal Penumpang Bandar Udara di gunakan pendekatan Arsitektur Postmodern,
karena postmodern tidak terikat oleh kaidah- kaidah tertentu dan mempunyai
tingkat eksibilitas yang tinggi sehingga mampu menyesuaikan diri dengan
lingkungan. Dalam penulisan ini dapat memilih arsitektur postmodern aliran
Neo-Vernacularisme, Karena Terminal
Bandar Udara adalah merupakan suatu tempat yang berhubungan dengan pesawat, sehingga
mencerminkan ciri khas atau kebudayaan daerah setempat namun di padukan dengan
gaya sekarang (wadah yang modern), yang
saling bergabung secara kontyu untuk mencapai kesatuan bentuk. BY hindom
Langganan:
Komentar (Atom)







